Brownies Panggang 

Dalam sejarah belajar baking,  brownies adalah kue pertama yang berhasil saya buat tanpa gagal. Padahal konon, brownies memang kue gagal yang 'kebetulan' enak.  Tekstur kue ini memang padat dan nyoklat, tidak mengembang seperti kue bolu. Proses pengadukan tidak membutuhkan mixer, cukup memakai whisker, atau kalau ga ada bisa pake centong kayu. Istilahnya tinggal cemplang-cemplung- aduk- lalu panggang. Bahan-bahan … Continue reading Brownies Panggang 

Memesona Itu Mampu Berempati

Melakukan perjalanan dengan transportasi umum ketika hamil bukanlah hal yang mudah, apalagi di kota yang tidak bisa diprediksi kemacetannya seperti Jakarta ini. Saya memiliki pengalaman yang cukup menarik ketika hamil setahun lalu. Walau ibu hamil termasuk orang yang diprioritaskan untuk mendapat tempat duduk, belum tentu saya bisa duduk jika bus maupun kereta dipenuhi penumpang.  Iyakah? … Continue reading Memesona Itu Mampu Berempati

Bolu Pisang Praktis Ekonomis

Setelah menulis tentang beberapa tips dan trik membuat bolu,  saya akan berbagi resep beberapa bolu yang menjadi favorit di rumah. Saya sengaja mencari resep yang mudah dan murah. Jadi tidak memakan waktu lama untuk membuatnya. Bisa untuk variasi ide bekal anak sekolah.  Yang pertama adalah bolu pisang praktis ekonomis. Bolu ini hanya membutuhkan lima bahan … Continue reading Bolu Pisang Praktis Ekonomis

[BOLU] Tidak Mencoba Maka Tidak Tahu

Saya paling takut membuat bolu. Karena membuat kue ini sangat tricky,  salah sedikit kue tidak mengembang alias bantat. Tante saya pernah bilang,  "kalau udah bisa bikin bolu,  bikin kue apapun akan terasa mudah". Sayangnya,  kebanyakan resep hanya menyebutkan bahan dan cara pembuatan saja. Sudah merasa PD mencoba sesuai anjuran,  tetap saja gagal. Awal-awal saya sempat … Continue reading [BOLU] Tidak Mencoba Maka Tidak Tahu

Ibu Kembali ke Dapur

Bekerja dari Senin hingga Sabtu membuat saya tidak memiliki banyak waktu untuk menekuni salah satu hobby saya: memasak. Itulah kenapa saya menyempatkan mencuri-curi waktu untuk kembali ke dapur. Terkadang tidak hanya minggu, kegiatan memasak saya mulai di sabtu pagi/sabtu siang sepulang kantor, di saat anak tidur atau jadwal bermain dengan ayahnya.  Kenapa kaya dipaksakan banget … Continue reading Ibu Kembali ke Dapur

Haruskah Dihapus?

Tadi pagi dalam perjalanan menuju kantor, saya bertanya kepada suami saya: "Kapan kita jenguk Rinai, yah?" Suami saya menjawab kebingungan: "Kenapa tiba-tiba kepikiran?" Saya hanya tersenyum. Tidak ada perasaan sedih mendayu-dayu atau menangis tersedu. "Gapapa, pengen aja." Sebenarnya saya tidak tiba-tiba kepikiran. Namun semua berawal di hari sabtu kemarin, ketika saya kembali mengunjungi tempat di … Continue reading Haruskah Dihapus?

Kenapa Ibu Bekerja?

Ada pertanyaan yang sama ketika alarm berbunyi setiap pagi: :”kenapa sudah pagi lagi?” Yang artinya ibu harus bangun dan bersiap ke kantor saat kamu masih terlelap, menggendongmu sebentar, menciumi bau kecut khas bangun tidurmu dan menyerahkanmu ke mamak, yang membantu ibu mengasuhmu sejak bayi. Memang sekarang kamu nampak diam saat ibu melambaikan tangan berpamitan, sesekali … Continue reading Kenapa Ibu Bekerja?

Memasak

Tontonan televisi apa sih yang membekas di ingatan kalian waktu kecil? Kalau saya, selain kesatria baja hitam, pesta dan tralala-trilili, saya ingat betul dengan acara masak-memasak yang dipandu oleh ibu Sisca Soewitomo, ibu lemah lembut yang rambutnya disasak rapi. Saya tidak pernah melewatkan acara tersebut walau mbah uti selalu bilang: "mbok diganti sing apik kuwi … Continue reading Memasak

Tahun Baru

Beberapa hari ini hujan. Sesuai nama bulan Januari, yang konon akronim dari 'hujan sehari-hari'. Suasananya sangat mendukung untuk mengingat kembali apa saja yang sudah dilakukan di tahun lalu. Mendung adalah waktu yang tepat untuk merenung. Dan hujan adalah saat yang pas untuk mengenang.  Tahun 2016, adalah tahun yang benar-benar baru untuk saya. Saya memulai tahun … Continue reading Tahun Baru