Uncategorized

Adik Untuk Ilmi

Saya tidak pernah meminta secara khusus, segera diberi amanah untuk hamil lagi. Bahkan cenderung denial ketika ditanya sama orang-orang: "kapan ilmi punya adek?" Saya lebih suka jawab: "jangan dulu deh, nanti aja" Ya menurut saya, bukan menunda pun menolak rejeki, tapi lebih ke- masih banyak yang harus saya siapkan untuk ilmi, biaya pendidikan, kasih sayang,… Continue reading Adik Untuk Ilmi

Advertisements
Uncategorized

 Tak Perlu Dilan(ku)

Demam dilan belum selesai. Saya, yang baca buku sampai selesai dan ikut ke dalam 4,5 juta penonton filmnya, pun ikut terbawa demamnya, walau sumeng-sumeng doang, bukan demam tinggi. Film dilan bukan sekadar gombalan rindu itu berat, tapi film ini membawa kenangan masa-masa pertengahan SMA. Efeknya: senyum-senyum sepanjang film ( dan tertawa ngakak pas baca bukunya).… Continue reading  Tak Perlu Dilan(ku)

Uncategorized

Lupa

Tuhan tidak tanggung-tanggung menjamin surga di telapak kaki ibu yang mana bisa diartikan bahwa tanggung jawab sebagai orang tua itu sungguhlah berat adanya. Bayangkan aja, manusia dengan segala ketidaksempurnaannya ini dititipin makhluk kecil yang tidak tahu apa-apa, tidak hanya untuk dibesarkan, namun untuk dididiknya menjadi manusia beretika, berilmu, mandiri, dan lain sebagainya. Sehingga ketika kelak… Continue reading Lupa

Uncategorized

Saya Pernah Depresi

...setelah tiga tahun.... Bagi saya, berani menulis dan mengakui pernah mengalami depresi bukanlah hal yang mudah. Masyarakat yang hobi judgemental kebanyakan akan langsung bilang: "wah, masa gitu doang bisa parah sih? " Atau "Lebay amat" Tapi saya sudah putuskan untuk bercerita dan menulis apa yang pernah saya alami walaupun orang berkata apa. Kejadiannya di tahun 2014,… Continue reading Saya Pernah Depresi

Uncategorized

#2

Setahun pertama kami cukup takjub karena kami 'berhasil' melalui hari dengan baik. Walau babyblues sempat membuat ibu kesal dengan tangismu, benci karena kamu membuat tidur tidak lagi nyaman dan terkadang tidak sabar dengan tangis yang sulit diredakan. Namun percayalah nak, cinta memang tidak serta merta hadir. Cinta harus dipupuk pelan-pelan. Sampai akhirnya kami jatuh cinta kepadamu… Continue reading #2

#Memasak, Celoteh, DapurIbu

Cerita Sebuah Oven

Saya tidak memberinya nama, layaknya sepeda saya yang bernama Ori, kamera lawas yang bernama bianca pun kamera lomo bernama pianca. Sebut saja dia oTrik akronim dari Oven lisTrik. Kurang lebih dua tahun lalu, saat saya hamil dan mempunyai cita-cita sederhana: "saya ingin bisa membuat aneka macam makanan yang kelak dirindukan anak-anak", saya mulai iseng mencari… Continue reading Cerita Sebuah Oven

Celoteh, Uncategorized

[Rahasia Sentuhan Ibu] Yang Singkat Namun Sarat Manfaat

Saya adalah seorang ibu yang bekerja. Hal yang akan terus menjadi sesuatu yang sensitif karena seorang ibu (harusnya) identik dengan mengurus dan mendampingi anak-anak di rumah. Namun saya tidak akan membahas lebih lanjut apalagi membandingkan tentang ibu rumah tangga pun ibu yang bekerja, semua sama-sama punya alasan untuk memilih. Diberi kesempatan untuk melahirkan dan merawat… Continue reading [Rahasia Sentuhan Ibu] Yang Singkat Namun Sarat Manfaat

Uncategorized

Yang Kadang Tak Sempat

Tahun ke-empat, Pernikahan kami semacam naik level, yang tadinya hanya sepasang suami-istri, sekarang kami 'promosi' menjadi seorang ayah dan ibu, orang tua dari anak balita yang sedang 'tumbuh-tumbuhnya'. Perjalanan kami (semakin) tidak mudah. Tantangan dan masalah baru ditemui. Kami kadang tak sempat lagi membicarakan tentang cinta yang manis-manis atau pujian-pujian romantis.  Kami terkadang lupa, dahulu… Continue reading Yang Kadang Tak Sempat